[Terbaru][6]

Nasional
Internasional
Sepak Bola
Hukum
Kesehatan
Teknologi
Politik
Kriminal
Sejarah
Inspiratif
F2
MotoGP
Basket
Bisnis
F1
Tinju
loading...

Densus 88 Menelisik Rencana Teroris Yang Ingin Dirikan Basis Militer

REMI13 adalah Agen Poker, Agen DominoQQ, Agen Ceme, Agen Sakong & Agen Capsa Online Indonesia dengan predikat 'Pendatang Baru Terbaik'. Situs Poker Online satu ini menyediakan pelayanan yang profesional serta proses Deposit / Withdraw yang super cepat, kurang dari 3 menit jika bank tidak terjadi gangguan / offline.
LiputaNesia.id - Kelompok teroris yang dimotori Suryadi Mas'ud alias Abu Ridho dan Nanang Kosim mengincar Halmahera, Maluku Utara, sebagai basis pelatihan militer kelompok mereka.

Basis pelatihan militer ini disiapkan sebagai pengganti Poso, Sulawesi Tengah.

Polri menyatakan Suryadi Mas'ud dan Nanang Kosim merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Martinus Sitompul, menyatakan Nanang Kosim terdeteksi merencanakan pendirian basis militer tersebut.

Informasi ini telah dicek silang ke Abu Ridho. Menurut Martinus, Abu Ridho membenarkan adanya rencana tersebut.

"Dia baru menyebut merencanakan mendirikan camp pelatihan di Halmahera," katanya.

"Apakah camp itu sudah ada atau belum, itu sedang didalami oleh penyidik Densus 88," imbuh Martinus.

Polri menilai, Suryadi Mas'ud dan kelompoknya berpeluang besar mendirikan basis latihan militer.

Sebab, para pentolan kelompok itu memiliki pengalaman ikut pelatihan militer di Filipina Selatan dan punya koneksi atau jaringan dengan kelompok teror tersebut.

Bahkan, SM alias Abu Ridho mempunyai keahlian spesifik yakni ahli teknik persenjataan dan pembuatan bom.

"Sebagian dari mereka seperti SM dan NK pernah ikut latihan militer di Filipina Selatan," kata Martinus.

Penyidik Polri belum mengetahui alasan SM dan kelompoknya memilih Halmahera sebagai tempat yang akan dijadikan basis pelatihan militer untuk JAD.

"Apakah untuk memudahkan akses tertentu, itu yang juga masih didalami oleh penyidik Densus 88," katanya.

Polisi pun terus mendalami keterangan dari para terduga teroris. "Penyidik Densus 88 masih terus melakukan pengembangan terhadap kelompok yang terafiliasi dengan JAD dan berkolaborasi dengan kelompok teror di Filipina Selatan ini. Bahkan, kelompok ini ingin membuat tempat pelatihan militer di Halmahera sebagaimana di Poso," ujar Martinus.

Diberitakan, Densus 88 menangkap delapan terduga teroris di lima daerah di Jawa Barat dan Banten pada Kamis (23/3). Dua orang di antaranya adalah Abu Ridho dan Nanang Kosim.

Nanang Kosim tewas tertembak karena melawan petugas dan berupaya melarikan diri saat disergap di Jalan Raya Cilegon, Ciwandan, Cilegon, Banten.

Hingga Jumat siang, terduga teroris yang terluka dalam baku tembak di Cilegon masih dirawat di Rumah Sakit Polri di Jakarta Timur. Sedangkan jenazah terduga teroris berada di ruang jenazah rumah sakit yang sama.

Polisi juga menggeledah rumah-rumah yang diduga memiliki kaitan dengan terduga teroris. Penggeledahan dilakukan di Sukabumi, Jabar dan di Kota Tangerang Selatan.

Penggeledahan di Tangerang Selatan dilakukan pada rumah terduga teroris Bambang Eko Prasetyo, Jumat (24/3/2017).

Rumah tersebut terletak di Jalan Asia Afrika II, Kedaung, Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Sedangkan penggeledahan di Sukabumi dilakukan di rumah YN, istri Nanang Kosim, Kamis (23/3/2017).

"Penggeledahan rumah istri terduga teroris bernisial NK di Kampung Sukamantri, RT 14 RW 06, Desa/Kecamatan Kalapanunggal untuk mencari barang bukti," kata Kapolsek Kalapanunggal, AKP Sumidjo, di Sukabumi.

Di rumah istri terduga teroris itu juga tidak ditemukan barang-barang berbahaya. YN dibawa ke Markas Polres Sukabumi di Palabuhanratu untuk dimintai keterangan.

Sumidjo mengatakan YN dan NK menikah pada Januari lalu yang disaksikan kepala desa setempat, tapi tidak ada yang mengetahui NK diduga menjadi salah satu anggota jaringan teroris di Indonesia.

Polisi menyatakan, pelaku teror di Indonesia dalam tiga tahun terakhir, sebagian di antaranya merupakan anggota JAD. Anggota kelompok ini terindikasi melakukan teror bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta, pelemparan bom molotov ke gereja di Samarinda, bom panci di Cicendo, Bandung, dan pembuatan bom panci di Sragen.

Polri telah memonitor para anggota kelompok tersebut ketika melakukan pertemuan JAD se-Indonesia di Kota Batu, dekat Kota Malang, Jawa Timur, pada 21-25 November 2015.

Dalam pertemuan itu, terjadi pembicaraan jarak jauh antara JAD se-Indonesia dengan Oman Abdurahman yang mendekam di Nusakambangan.

Bahkan saat itu, Aman Abdurahman sempat memberikan beberapa instruksi kepada para anggota JAD.

Di antaranya adalah perintah agar anggota JAD berangkat ke Suriah, mengirim orang ke Suriah hingga membentuk struktur organisasi di Indonesia untuk melakukan amaliyah.

Diketahui pula, sejak beberapa tahun terakhir, sebuah kawasan hutan di Poso, Sulteng, telah menjadi basis kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), kelompok Santoso-Basri dan faksi Ali Kalora.

Namun, kekuatan dan eksistensi kelompok dan faksi-faksi tersebut telah jauh berkurang setelah tim gabungan Polri dan TNI melaksanakan operasi pengejaran dan penangkapan dengan Operasi Camar Maleo sejak 26 Januari 2015 dan Operasi Tinombala sejak 9 Maret 2016 hingga saat ini.

Pada 18 Juli 2016, pimpinan kelompok teror di Poso yang paling dicari, Santoso alias Abu Wardah, tewas ditembak oleh Satgas Operasi Tinombala setelah baku tembak di Desa Tambarana.


Sumber: tribunnews.com



agen poker,agen dominoQQ,agen domino99,agen ceme,agen sakong,agen capsa,agen bandarQ,agen aduQ,agen online,agen judi

REMI13 adalah Agen Poker, DominoQQ, Ceme, Sakong & Capsa Online Indonesia dengan predikat 'Pendatang Baru Terbaik'. Situs Poker Online satu ini menyediakan pelayanan yang profesional serta proses Deposit / Withdraw yang super cepat, kurang dari 3 menit jika bank tidak terjadi gangguan / offline.

LiputaNesia.id

Kumpulan Berita Terkini dan Viral

Start typing and press Enter to search

close
Poker Online Indonesia Terpercaya