[Terbaru][6]

Nasional
Internasional
Sepak Bola
Hukum
Kesehatan
Teknologi
Politik
Kriminal
Sejarah
Inspiratif
F2
MotoGP
Basket
Bisnis
F1
Tinju
loading...

Kronologi Taruna STIP Tewas Dipukuli Senior


LiputaNesia.id - Amirullah Adityas Putra (18), taruna tingkat satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, tewas akibat tindak kekerasan dari sejumlah seniornya.

Peristiwa terjadi di Kampus STIP Lantai II Gedung Dormitory Ring 4 Kamar M205, Jalan Marunda Marunda Makmur, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017).

Korban yang merupakan warga Jalan Warakas III Gang 16 RT 07/014 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dipukul di bagian dada, perut, dan ulu hati‎, hingga tewas oleh senior tingkat II.

Peristiwa berawal ketika senior di tingkat II sedang asyik berkumpul.

Sekitar pukul 17.00 WIB usai latihan marching band, salah satu senior di tingkat dua sekaligus pelaku, Sisko Mataheru (19), mengajak berkumpul untuk mengerjai para junior di tingkat satu.

"‎Kasus berawal pada pukul 17.00 WIB, usai latihan giat drum band. Salah satu pelaku, yakni Sisko Mataheru, ajak berkumpul rekannya yang juga ada di tingkat II.

Sisko berencana mengerjai junior di tingkat satu yang merupakan basis alat drum atau tam-tamnya. Kemudian sekitar pukul 22.00 WIB, sebanyak enam taruna tingkat I tersebut dipanggil oleh para pelaku agar segera berkumpul di lokasi kejadian," ungkap Kanit Reskrim Polsek Cilincing AKP Andre Soeharto, Rabu (11/1/2017). 

Andre memaparkan, para taruna di tingkat II selain Sisko, juga berada di lokasi kejadian, yakni Willy Hasiholan (20), Inswanto (21), dan Akbar Ramadhan (20). Keempat taruna tingkat II tersebut, lanjut Andre, langsung melakukan tindak kekerasan.

"Ada enam orang taruna tingkat I yang disuruh berkumpul oleh empat pelaku, yang merupakan seniorny‎a di tingkat II tersebut."

"Saat para enam taruna tingkat I itu sudah di lokasi kejadian, keempat pelaku ini malah langsung memukul seluruh tubuh para juniornya. Tanpa perlawanan, junior-juniornya saat itu hanya bisa diam ketika para seniornya memukuli tubuhnya berkali-kali," papar Andre.

Andre mengatakan, aksi kekerasan yang dilakukan empat pelaku tersebut dilakukan secara berulang-ulang dan bergantian.

Tindak kekerasan dilakukan empat senior ke juniornya itu, kata Andre, hanya menggunakan tangan kosong, dengan target perut hingga ke ulu hati.
"Saat tindak kekerasan itu terjadi, terjatuhlah Amirulloh ini tepat di‎ depan para seniornya di tingkat II itu. Amurilloh terjatuh membuat para seniornya panik, sementara lima junior lainnya masih terlihat kesakitan saat itu.

Amirulloh terjatuh karena perut, dada, serta ulu hatinya mendapat pukulan berkali-kali yang dilakukan bergantian‎. Pukulan terakhir diketahui oleh salah satu pelaku yang bernama Willy," tutur Andre.

Melihat Amirulloh tak sadarkan diri, tambah Andre, Willy mengatakan ke Amirulloh bahwa mereka sama-sama tinggal di Kecamatan Tanjung Priok‎. Saat itu, tubuh korban ambruk di dada Willy dan tak sadarkan diri.

"‎Pada pukulan terakhir, dilakukan oleh pelaku bernama Willy dan sambil berkata 'Sama-sama Anak Priok, kok'. Tapi Amirulloh ketika itu tetap tak sadarkan diri.

Selanjutnya, oleh para pelaku bersama saksi lainnya di lokasi, menggotong tubuh Amirulloh ke tempat tidur. Para pelaku pun panik, dan selanjutnya langsung menghubungi seniornya yang di tingkat IV," beber Andre.

Kapolsek Cilincing Kompol Ali Yuzron menambahkan, korban yang saat itu tak sadarkan diri, langsung dibawa oleh para pembina dan piket medis di STIP. Sekitar pukul 01.45 WIB, maut sudah merenggut nyawa Amirulloh.

"‎Mengetahui kondisi korban ini tidak bernyawa, setelah diperiksa dokter piket STIP, kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Cilincing.‎

"Sampai saat ini, masih kami dalami motif empat pelaku ini tega melakukan kekerasan terhadap juniornya. Kejadian ini, merupakan insiden yang ketiga kalinya, yang sebelumya terjadi di tahun 2012 dan di tahun 2013," papar Ali.

6 Tanda Luka Fatal
Ditemukan sejumlah luka di jenazah Amirulloh Adityas Putra (19), taruna STIP yang tewas dianiaya seniornya.

Informasi itu disampaikan Kepala Polres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar Awal Chairudin, dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).

Awal menyatakan, ada enam informasi mengenai luka yang dialami korban berdasarkan pemeriksaan dokter. Pertama korban mendapatkan luka di bibir bawah.

"Kedua, organ dalam korban mati lemas," kata Awal, Rabu siang.

Kemudian ada bintik resapan darah di jantung dan paru-paru korban serta di kelenjar liur.

Lambung korban juga berisi cairan hitam.

Namun, awal tak menjelaskan cairan hitam apa tersebut.

Adapun hasil pemeriksaan korban negatif atau tidak menggunakan narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya (Napza).

Dalam kasus ini, lima orang taruna STIP menjadi tersangka. Para pelaku kini ditahan kepolisian.

Berikut kasus-kasus penganiayaan yang pernah terjadi di STIP Jakarta:

1. Telan cabe sambil dipukuli senior
Peristiwa penganiayaan terhadap siswa STIP Jakarta ini terjadi pada Senin 6 April 2015 silam.

Korban yang diketahui bernama Daniel Roberto Tampubolon, dianiaya dengan tangan kosong oleh seniornya.

Lalu Roberto juga dipaksa makan cabe rawit.

Akibatnya perut Roberto mual dan sesak nafas akibat pukulan.

Dia juga mengalami sakit di bagian ulu hatinya.

Peristiwa tersebut sempat dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Ternyata, diketahui ada tujuh mahasiswa yang disinyalir melakukan penganiayaan tersebut.

Buntutnya, pihak STIP Jakarta memberikan hukuman kepada tujuh mahasiswa tersebut.

Hukuman diputuskan melalui sidang kehormatan sekolah. Di sidang tersebut dihadirkan para pelaku.

Di hadapan para petinggi sekolah mereka mengakui perbuatan.

Hukuman yang diberikan berupa pemecatan dan sanksi skorsing selama 1 tahun.

Sebanyak lima pelaku dipecat, mereka yaitu, PS, MM, ISS, HP, dan R.


Sementara, K dan AW di sanksi skorsing selama 1 tahun.

2. Disiksa karena tidak respek terhadap senior
Penganiayaan yang berujung kematian Dimas Dikita Handoko, mahasiswa semeter satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, sempat menggegerkan publik pada 2014.

Dimas tewas karena dianiaya para seniornya. Motif penganiayaan diduga karena Dimas dianggap tidak respek terhadap para seniornya.

Menurut Kapolres Jakarta Utara saat itu, Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal, para pelaku yang berjumlah tujuh orang ditegur oleh senior semester empat bila para korban tidak memiliki respek terhadap mereka (senior).

Dimas beserta keenam temannya kemudian dipanggil ke kos para seniornya.

Di sana mereka dipukul di bagian dada, perut dan ulu hati.

Akibat tindakan kekerasan tersebut, Dimas tersungkur, namun tetap dipukul ketiga pelaku ANG, FACH dan AD.

Dimas yang tidak berdaya akhirnya pingsan.

Melihat Dimas pingsan, para pelaku menggosok minyak angin di hidungnya dan juga menciprat-ciprat air di wajah Dimas agar dia siuman.

Dimas mengalami luka memar yang parah sehingga dibawa ke RS Pelabuhan Jakarta Utara.

Namun, nyawanya sudah tidak tertolong lagi.

Sedangkan keenam teman korban mengalami luka yang parah di bagian wajah, dada sampai perut.

"Dari hasil autopsi, korban Dimas mengalami pendarahan di otak karena benturan benda tumpul," sambungnya.

Polisi mengamankan tiga pelaku yang diduga menganiaya Dimas dan empat orang lainnya berinisial SAT, WID, DE dan AR yang diduga menjadi pelaku tindak kekerasan terhadap enam teman Dimas.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa seragam korban, sebuah gayung berwarna merah dan minyak angin Fresh Care.

Dimas tewas akibat dianiaya para seniornya pada Jumat 25 April 2014 silam.

Keluarga curiga karena sejak beberapa hari dia mengaku serinh mengalami tindakan kekeraaan dari para seniornya.


Sumber: tribunnews.com
REMI13 adalah Agen Poker, DominoQQ, Ceme, Sakong & Capsa Online Indonesia dengan predikat 'Pendatang Baru Terbaik'. Situs Poker Online satu ini menyediakan pelayanan yang profesional serta proses Deposit / Withdraw yang super cepat, kurang dari 3 menit jika bank tidak terjadi gangguan / offline.

LiputaNesia.id

Kumpulan Berita Terkini dan Viral

Start typing and press Enter to search

close
Poker Online Indonesia Terpercaya